And what?

|
Lagi-lagi sy membuat suatu tret yg sedikit panjang pembahasaanya. Dan tret yg sedikit menarik perhatian itu bertemakan cinta. Kutipan "Jangan jatuh cinta tapi bangun cinta" inilah yg sedikit menarik minat baca mereka. Padahal tret ini cuma meminta analogi dari kuote itu. Cinta, selalu menarik dibahas, selalu memberi rasa tersendiri.

Jadi, kenapa kita tidak boleh jatuh cinta? Tidak, siapa bilang kita tidak boleh jatuh cinta. Anak bayi pastilah jatuh cinta pada ibunya. Buktinya, bayi umur beberapa hari telah dapat merasakan yg mana ibunya dan bukan ibunya. Yaaa, manusia yg pertama ada dihati kita ada ibu. Tapi setelah kita besar kini, apa kita masih jatuh cinta pada ibu? Wallahu alam. Pernah dengar cerita atau membaca buku tentang anak laki-laki yg jatuh cinta pada ibunya? Sy hanya membacanya sepintas di gramed, dan sepertinya sy tidak suka membahasnya disini.

Sepertinya kebanyakan dari kita tidak jatuh cinta lagi, tetapi membangun cinta. Sejak kita lahir, jatuh cinta, lama-lama merasa nyaman dan karena pertemuan yg intens semua jadi terasa biasa-biasa saja. Tetapi giliran kita kehilangan (Wallahu alam, hanya Engkau lah pemilik nyawa semua hamba-Mu) perasaan sedih, cinta, sayang, kasih akan bermunculan kembali. Karena apa? Karena cinta kepada ibu tidak hilang dari hati, dia tersimpan, aman bahkan tumbuh berkembang. Cinta itu murni dan tulus. Kecuali bagi mereka yg dibutakan hatinya untuk mencintai. Mungkin seperti inilah analogi ku tentang menumbuhkan cinta.

Dan sekarang, setelah bisa dianalogikan, apalagi yg harus dilakukan? Pernah jatuh cinta? yah langsung saja, ke lawan jenis? Wajar. Ok wajar, tapi ada batasan-batasan yg diberikan tentang ini. Malah ada yg melarang kita untuk membiarkan bermukim di hati dan pikiran. Tidak salah, semua punya pandangan masing-masing. Dan maaf, klo cara sikap dan pandangku sedikit melenggang dari itu. Cinta yg ku rasakan ku biarkan bermukim di sana. Dari mata turun ke hati dan bermuara disana. Ku biarkan saja hingga semuanya hilang sendiri bagi yg ingin ku hilangkan.

Dan benar kata bunda di tret ku, pertama-tama semua terasa indah, membuat hati berdebar-debar, membuat hal yg tidak wajar menjadi wajar. Gila? Yah..hal gila menjadi hal yg wajar. Entah dari mana semua pikiran itu. Dan tidak perlu belajar dari pihak manapun untuk merasakan cinta. Toh dari lahir kita telah jatuh cinta. Dan akhirnya setelah semua perasaan indah itu menari-nari di setiap langkah kehidupan, sedikit demi sedikit sinarnya meredup. Semua terasa biasa saja, setiap kontak tidak lagi dinantikan seperti dulu. Debaran jantung menjadi normal dan angin bertiup biasa saja (apa hubungannya coba). Akan ada pertanyaan, kenapa semuanya berubah? Apakah karena jumlah pertemuan sudah terlalu banyak? atau apa?

Sy pernah merasakan, tidak mau menghapus smsnya (padahal inbox ku sudah full bo!!!) dan dengan cara manual, ku mengfilter sms yg bukan dari nya dan menekan fungsi delete (hahaha). Dan betapa riangnya hati ini ketika ringtone hp ku berbunyi dan namanya yg tertera di situ. Tapi itu semua dulu...dulu. Sekarang, klo inbox ku full, sy kembali membaca sms-sms lamanya dia dan berusaha mengingat semua kejadian sms itu. Sy malah menitik beratkan pada sms-sms pada saat kami lagi bermasalah. Coz kata-katanya dia sedikit lebih dari biasanya (hehehe). Dan ketika ringtone hp ku berbunyi dgn lagu yg ku set untuk dia, bila jauh dari jangkauanku sy akan berlari mengambilnya. Bila dekat, segera ku buka dan menarik nafas sedikit kemudian mengangkatnya. Tetap mengatur nafas supaya nada bicara ku terdengar normal. Ini diri ku hingga kini boo.

Yang tadi masih sebatas telekomunikasi, gmana dengan bertemu langsung? Klo sekarang yah agak susah, kami sedang ldr-an. Jadi niat ketemuan menjadi urutan kesekian dari pikiran-pikiran kami. Tetapi jika tahu dia ada disini, dia hanya minta waktu ku selama dia disini. Dia pernah bilang, klo sy disini ms qt jalan sama teman ta? Ini sedikit sindiran waktu itu, karena sy tidak mengajaknya ke tempat ngumpul dengan teman. Tapi, sy tetap memperhatikan diri ku ini sebelum bertemu dia. Padahal dia biasanya dalam keadaan belum mandi, baru bangun tidur (sepertinya 2x sy membangunkan pada kali terakhir dia ke mks). Pokoknya sy masih mengatur diri, tapi debaran jantungku normal-normal saja. Dan tambah, mata ku tidak lagi mengekor ke dirinya. Karena dia tidak pernah jauh-jauh dari ku c (hihihihi).

Yah...semua masih terasa indah, walaupun pahit dan manis telah ku rasakan (kenapa sy sedikit tidak mengerti tulisan ku ini). Mungkin cara ku saja menyampaikan yg agak susah. Karena ini memakan waktu untuk mengingat semuanya. Dan apalagi yg mau sy ceritakan yah (thingking). Analogi sudah, cerita ku sudah, ohh harapan...sy mo buat harapan ku dulu.

Harap ku, semoga sy bisa tetap menumbuhkan cinta di hati sy, bukan cuma fokus ke satu dua orang saja, tetapi banyak. Banyak yg ingin ku cintai termasuk pencipta ku. Amin. Tapi semuanya dalam tahap tumbuh, belum boleh dipetik atau dimusnahkan ya....amin. Dan apalagi yah, oww petuah (napa kayak orang tua jadinya). Jangan takut jatuh cinta, tapi jangan jatuh terus. Pertahankan dan tumbuhkan cinta yg telah kau dapatkan. Sekian laporan dari sy selaku pemilik blog ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri kata-kata